Akhirnya… Taring Kanan Bawah
Mei 18, 2010
Tanggal 17 Mei 2010. Setelah penantian panjang dan melelahkan. Setelah sekian kali tidak mau makan. Semoga setelah ini makannya lahap terus, hap hap hap. Sayangnya 4 geraham paling belakang belum tumbuh, huwaaa.
Taring Kiri Atas
Januari 27, 2010
Tumbuh tgl 26 Januari 2010. Nggak doyan makan 3 hari.
Kurang Sabar Tetapi Sopan
Januari 21, 2010
i: mas mas… Maafin ibu ya. Ibu pulangnya telat soalnya nungguin bapak datang dulu. Untung Mas Damar sabar ya?
d: opan!
i: opan?
d: opan!
i: topan?
d: endak!
i: mas Ipan?
d: endak!
i: mbak mbak… Opan ki opo tho?
m: ngaputen bu…
i: bapak… Opan itu apa ya?
b: apa ya?
i: hujan?
d: *geleng-geleng, trus mukul ibu karena sebel, heu*
krik krik krik, ibu mikir lama, akhirnya…
i: oalahhhhhhhh, sopan??
d: he’eh
Hahaha, pasti gara-gara lagu ini nih:
Bukan yang congkak bukan yang sombong
Yang disayangi handai dan taulan
Hanya anak yang tak pernah bohong
Rajin belajar, peramah dan SOPAN!
Oh Mas Damar, lain kali yang lebih sabar menghadapi ibu ya. Anda sabar kami sopan hehehe.
Ibu di Rumah
Januari 7, 2010
Damar: “Angkot! Mbak! Angkot!”
Ibu: “Mbak mudik naik angkot?”
Damar:”He’eh”
Ibu: “Klo uti?” (kalau eyang putri?)
Damar: “Omas” (naik thomas/kereta api)
Ibu: “Klo bapak?”
Damar: “Eja!” (kerja)
Ibu: “Bapak kerja naik apa?”
Damar: “Motol…” (motor, padahal aslinya jalan kaki haha)
Ibu: “Klo ibu?”
Damar: “Umah…”
Ibu: “Klo ibu di rumah sama Mas Damar?”
Damar: “He’eh”
Wow, seneng banget mendengarnya. Padahal Mas Damar enggak pernah diajari menjawab seperti. HOREEE! Jadi walaupun ibu bekerja tapi Mas Damar ngerasa ibu selalu di rumah bersamanya. Klo dipikir-pikir memang hanya ibu yang tidak pernah meninggalkan Mas Damar sampai sehari semalam. Setiap hari selalu bertemu dalam suka maupun duka yang artinya: kalau ibu nangis dia malah ketawa, kalau dia nangis ibu malah ketawa kekekeke.
When the friends are gone
When the party’s over
We will still belong to each other
Muah muah muah anakku sayang.
Kata Aneh
November 30, 2009
mik’anan = mimik + an + an
Hari Kacau
November 19, 2009
Hari ini hari Ka? cau
-in dan -an
November 19, 2009
Truk Damar patah, kata Damar: putusinan = putus + in + an. Mantap!
Naik Pesawat ke Pasar
November 5, 2009
I: Damar, besuk Bapak mau naik pe..?
D: awat…
I: Mau ke Pa..?
D: sal..
I: -_-
(Sebelumnya sudah ibu kasih tau kalau bapak mau ke Palembang)
Kue Bantal
November 4, 2009
“Damar, itu mbak Watik dikasih kue bantatnya.” Damar masuk kamar, keluar-keluar bawa BANTAL. Untung aja ga nunjukin pantat hehe.
Kata-Kata Untuk Nyuruh
November 3, 2009
Dulu kalo merajuk Damar akan bilang, “Aaaaaaaaa…” dengan nada panjang. Kemarin-kemarin sempat dia menggabungkan kata kerja dengan aaaa untuk meminta sesuatu. Misalnya: budah (pindah) + aaa = budahaaaa, dst.
Satu-satunya kata yang tersisa yang memakai pola ini adalah: ndom (gendong) + aaa = ndomaaa…
Sekarang dia aneh lagi. Entah berasal dari mana dia suka nambah-nambahin “in” di belakang suatu kata. Misalnya: nana (ke sana) + in = nanain. Trus: belah (ke sebelah) + in = belahin.
Ibu cuma bisa protes, “ga usah ditambah-tambahin ‘in’ Mas… Tambah pusing ibu entar.” Damar ngeyel. Entah kapan pola kalimat pendek memakai “in” ini berakhir.